Kurs Rupiah Menguat ke Rp 14.039 per Dolar AS, Terimbas Sentimen Joe Biden?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menjual mata uang dolar di money changer kawasan Kwitang. Nilai tukar dolar Amerika Serikat, mencapai level Rp14.060 per Dolar AS.  Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    Warga menjual mata uang dolar di money changer kawasan Kwitang. Nilai tukar dolar Amerika Serikat, mencapai level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Kamis, 21 Januari 2021. Bank Indonesia mencatat kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) di angka Rp 14.039 per dolar AS, menguat 26 poin atau 0,18 persen dari posisi Rp 14.065 pada Selasa lalu.

    Data Bloomberg memperlihatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat 22,5 poin atau 0,16 persen ke level Rp 14.012. Adapun, indeks dolar dibuka terkoreksi 0,14 persen ke level 90,3490.

    Sejumlah analis sudah memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bakal kembali menguat pada perdagangan hari ini. Salah satu pemicunya adalah sentimen luar negeri yakni pelantikan presiden Amerika Serikat ke-46 Joe Biden.

    Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, misalnya, menyebutkan, salah satu faktor penopang penguatan rupiah adalah sikap investor yang mencerna komentar dari calon Menteri Keuangan Janet Yellen. “Hari ini nilai rupiah akan kembali menguat di level Rp 14.000 hingga Rp 14.050,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

    Yellen mengatakan akan mengeluarkan lebih banyak paket bantuan Covid-19 yang berimbas pada kenaikan daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.