Kepala Bappenas: Pemulihan Ekonomi Sejalan dengan Pembangunan Berkelanjutan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa secara virtual dalam pertemuan tahunan yang digelar untuk kali kedua, Senin, 14 Desember 2020.

    Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa secara virtual dalam pertemuan tahunan yang digelar untuk kali kedua, Senin, 14 Desember 2020.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan strategi pemulihan ekonomi yang disusun pemerintah tidak semata memacu ekonomi dalam jangka pendek. Tetapi juga mempunyai tujuan membangun kembali Indonesia lebih baik, tangguh, dan berkelanjutan di masa mendatang.

    "Di masa pandemi Covid-19 ini, kami memiliki pekerjaan besar untuk memastikan pencapaian target pembangunan berkelanjutan," kata Suharso dalam webinar Dialog Ekonomi Hijau yang diselenggarakan Tempo, Rabu, 20 Januari 2021.

    Baca Juga: Pemerintah Segera Rombak Sistem Penyaluran Bansos Agar Efektif

    Menurutnya, Bappenas akan memastikan rencana pembangunan dan perumusan kebijakan yang senantiasa berorientasi pada percepatan pencapaian target-target nasional dan pembangunan berkelanjutan.

    Dia menuturkan dampak multi dimensi dari pandemi Covid-19 dalam jangka panjang, berpotensi menghambat pencapaian visi Indonesia 2045. Oleh sebab itu, kata dia, tanpa transformasi ekonomi, Indonesia akan sulit beranjak dari middle income trap sebelum tahun 2045.

    Suharso mengatakan bahwa transformasi ekonomi perlu dilakukan agar Indonesia dapat lepas dari middle income trap dengan mengubah struktur perekonomian dari sektor yang memiliki produktifitas rendah menuju sektor-sektor yang memiliki produktifitas tinggi.

    "Pemerintah saat ini mengusung enam strategi besar dalam transformasi ekonomi Indonesia. Sebagai upaya mengangkat trajectory pertumbuhan ekonomi janga menengah dan panjang," ujarnya.

    Salam satu strategi tersebut adalah menuju ekonomi hijau. Di mana strategi pembangunan itu tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, namun juga mempertahankan aspek dan prinsip pembangunan berkelanjutan jangka panjang.

    "Kondisi saat ini hendaknya dapat kita manfaatkan sebagai momentum untuk beralih dari pendekatan ekonomi konvensional atau business as usual, menuju pembangunan ekonomi hijau yang dapat membangkitkan kembali ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang lebih berkelanjutan dan hal ini adalah green jobs," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.