Kala Dahlan Iskan Cerita tentang Covid-19, Makanan Mubazir dan Pengentalan Darah

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dahlan Iskan. TEMPO/Subekti

    Dahlan Iskan. TEMPO/Subekti

    Akhirnya, makanan itu dibuang. "Saya sembah makanan itu sebelum saya buang, saya minta maaf kepadanya," ujar Dahlan.

    Kisah kedua soal hasil tes tiga hari lalu pada Kamis, 14 Januari 2021, yang masih positif Covid-19. Dahlan mengakui proses penyembuhan ini tidak mudah karena kondisinya tubuhnya yang tak lagi punya empedu.

    Dahlan sebelumnya diketahui merupakan penyintas kanker hati. Sejatinya, 15 tahun lalu, organ tubuh empedu yang memproses racun dari obat-obatan, sudah dibuang dari tubuh Dahlan.

    Sehingga kalau terus digelontorkan obat anti-virus, kata Dahlan, maka bisa-bisa hati dan ginjalnya yang akan kalah. Belum lagi, lapisan pembuluh daerah aorta Dahlan pernah robek (aorta dissection) tiga tahun lalu.

    Sehingga saat itu, pembuluh darahnya harus dipasangi ring sebanyak 176 buah. Kondisi ini berpengaruh pada proses penyembuhan Covid-19. Sebab, dokter harus mengatasi pengentalan darah ketika memberikan obat kepada Dahlan. "Darah itu mengental, atau mencendol, akibat virus Covid-19," kata Dahlan.

    Tapi, Dahlan mengatakan bisa jadi ia salah. Namun, ia mengaku percaya pada dokter yang kini berupaya menyembuhkannya dari Covid-19. "Kebetulan semua tindakan dokter di rumah sakit ini cocok dengan pikiran di kepala saya," kata Dahlan Iskan menutup ceritanya.

    Baca: Cerita Dahlan Iskan Awalnya Enggan ke Rumah Sakit saat Diduga Terkena Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.