Soal Vaksin Mandiri, Menkes: Jangan Sampai Ada Narasi Orang Kaya Dapat Duluan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat berbicara sebelum dimulai vaksinasi perdana di Indonesia. Foto/youtube.com

    Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat berbicara sebelum dimulai vaksinasi perdana di Indonesia. Foto/youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menanggapi usulan soal vaksin mandiri untuk masyarakat. Menurut dia, selama program vaksinasi bisa dilakukan secepat-cepatnya, seluas-luasnya, dan semurah-murahnya, maka pada prinsipnya ia setuju.

    "Cuma yang perlu dijaga hati-hati jangan sampai keluar narasi di publik bahwa yang kaya bisa dapat duluan. Kemudian vaksinasi ini di-mafia bencana-kan. Itu yang kita perlu sangat hati-hati," ujar Budi dalam webinar, Sabtu, 16 Januari 2021.

    Untuk itu, Budi mengatakan pihaknya sedang memikirkan cara dari vaksinasi mandiri tersebut. Ia pun menuturkan bahwa saat ini negara telah memastikan bahwa masyarakat berhak mendapat vaksinasi gratis.

    "Jangan sampai hak masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi gratis kemudian menjadi menghilang atau didahulukan oleh yang lain. Sedang kami bicarakan, selama tiga prinsip tadi tidak dilanggar," tutur dia.

    Baca Juga: Kadin Akan Temui Erick Thohir untuk Sampaikan Usul Vaksin Mandiri

    Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia mengusulkan kepada pemerintah untuk memberi akses vaksin mandiri bagi swasta guna mendorong percepatan vaksinasi secara nasional.

    Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan swasta berkeinginan untuk ikut berpartisipasi mensukseskan dan mempercepat pelaksanaan program vaksinasi ke seluruh masyarakat Indonesia. Mengingat, distribusi vaksin mencapai 400 juta ke seluruh Indonesia dengan target jangka waktu kurang dari satu tahun.

    "Dibukanya akses vaksinasi mandiri akan mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memenuhi kebutuhan biaya vaksinasi," ujarnya.

    Menurutnya, vaksinasi mandiri swasta khususnya bisa diperuntukkan bagi kalangan dunia usaha, karyawan/pekerja dan keluarga karyawan.

    "Apabila aksesnya dibuka, swasta siap mendistribusikan vaksin yang ada dalam list Kementerian Kesehatan yang sudah mendapatkan izin dari BPOM kepada masyarakat sesuai dengan peraturan yang ada," kata Rosan. Dia mengatakan kerja sama pengadaan vaksin dengan swasta atau disebut vaksin mandiri selain bisa mengurangi biaya, juga dapat mempercepat akses dan pendistribusian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?