Pekan Depan IHSG Diprediksi Melemah Terdampak Aksi Profit Taking

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi melanjutkan tren pelemahan pada pekan depan setelah mengalami koreksi pada perdagangan hari ini sebesar 0,85 persen ke level 6.373,41.

    Pada perdagangan  Jumat, 15 Januari 2021 sebanyak 169 saham menguat, 321 saham melemah, dan 141 saham stagnan dibandingkan dengan posisi kemarin. 

    Hampir seluruh sektor terkoreksi kecuali properti yang menguat 1,01 persen. Investor asing masih mencatatkan net buy tipis sebesar Rp 86,77 miliar dengan sasaran utama aksi beli terhadap saham-saham big caps.

    Jika dibandingkan dengan Jumat pekan lalu, indeks masih tumbuh 1,85 persen dari level sebelumnya 6.257,83. Secara year to date (YTD) indeks masih tumbuh 2,61 persen.

    Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah di Level 6.373,41, Saham 4 BUMN Karya Ini Kompak Melejit

    Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani menuturkan tekanan IHSG selama dua hari terakhir merupakan dampak dari overbought dan sudah waktunya bagi investor melakukan profit taking.

    Dia juga memprediksi aksi ambil untung para investor ini akan berlanjut pada Senin, 18 Januari 2021 sehingga kecenderungan indeks berada di zona merah cukup tinggi. "Kali ini terjadi aksi profit taking, sehingga terjadi koreksi. Pada pekan depan ada potensi IHSG terkoreksi untuk profit taking lanjutan," katanya kepada Bisnis, Jumat.

    Pekan depan, Gani memproyeksikan indeks akan terkoreksi cukup kuat dengan support di level 6.169--6.187 sementara resistance di level 6.450--6.470. Penurunan indeks ini terangnya, dapat dimanfaatkan dengan membeli sejumlah saham dalam kondisi terrendahnya.

    Dia merekomendasikan PT Astra International Tbk. (ASII) buy on weakness di level 6.250--6.300 dengan target price di level 7.000. Selain itu, rekomendasi berikutnya yakni PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) buy on weakness 2.400--2.480 dengan target price 2.750.

    Berdasarkan data Bloomberg, IHSG sempat dibuka menguat ke level 6.447,98. Namun, tekanan muncul selepas satu jam perdagangan dibuka, indeks terseret ke zona merah dan sempat anjlok 1,1 persen di sesi kedua.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.