Antara Dino Patti Djalal, Sandiaga Uno, dan Dendeng Krispi Balado

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dino Patti Djalal (kedua kiri). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Dino Patti Djalal (kedua kiri). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, JakartaDino Patti Djalal punya permintaan spesifik kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Dino sebelumnya telah menerima tawaran dari Sandi untuk menjadi penasihat utama di kementerian.

    Dino tidak bersedia menerima gaji, namun menerima imbalan berupa lauk dendeng balado setiap bulan. Ia menyebutkan ingin jenis dendeng balado yang krispi alias garing.

    "Saya tidak terlalu suka yang dendeng batokok (dendeng yang lebih basah, tidak garing)," kata mantan Wakil Menteri Luar Negeri ini saat dihubungi di Jakarta, Jumat, 15 Januari 2020.

    Dino tak mengharuskan dendeng ini dibuat langsung di daerah asalnya di Sumatera Barat. Paling penting, ini adalah dendeng terbaik dari kreasi ekonomi kreatif tanah air. "Itu akan saya tagih," katanya sembari tertawa.

    Selain dendeng krispi balado, Dino tidak bersedia menerima upah sepeserpun. Menurut dia, ini telah menjadi DNA dari diaspora yaitu membantu negara tanpa pamrih.

    Sebelumnya, penunjukan Dino diumumkan Sandiaga Uno pada Kamis, 14 Januari 2021. Sandi mengatakan Dino akan membantu menggerakkan kerja sama pemerintah dengan diaspora Indonesia dalam masa pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19.

    "Kebetulan saya melihat diaspora yang selama ini dibantu untuk dikelola oleh Pak Dino melalui gerakan diaspora Indonesia ini bisa kita ajak kerja sama,” kata Sandiaga.

    Saat itu, Sandi langsung menyanggupi permintaan dari Dino soal dendeng terbaik dari ekonomi kreatif. "Saya sudah sanggupi bahwa ini adalah imbalan dari kami kepada Pak Dino,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.