Menteri Basuki Perkirakan Penyerapan Anggaran PUPR Akhir Januari 2021 Rp 14,8 T

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 23 September 2020. Komisi V menyetujui pagu Kementerian PUPR dalam RAPBN 2021 sebesar Rp149,81 triliun, melonjak hampir dua kali lipat dari tahun ini, Rp75,63 triliun. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 23 September 2020. Komisi V menyetujui pagu Kementerian PUPR dalam RAPBN 2021 sebesar Rp149,81 triliun, melonjak hampir dua kali lipat dari tahun ini, Rp75,63 triliun. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono memperkirakan penyerapan anggaran kementeriannya hingga akhir Januari 2021 mencapai Rp 14,8 triliun.

    "Atau sebesar 9,9 persen dari total pagu DIPA PUPR sebesar Rp 149,7 triliun," ujar Basuki Hadimuljono dalam konferensi video, Jumat, 15 Januari 2021.

    Ia mengatakan penyerapan anggaran itu terdiri dari pembayaran uang muka terhadap paket proyek tahun ini dan pembayaran kontrak multi years lanjutan.

    Basuki memastikan kementeriannya telah menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mempercepat pelaksanaan anggaran tahun 2021 guna memperkuat dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

    Ia mengatakan sejak Oktober 2020, kementeriannya sudah melakukan tender seleksi dini untuk 3.175 paket pekerjaan dengan nilai total Rp 38,6 triliun.

    Hingga hari ini, 15 Januari 2021, kata dia, telah diselesaikan proses tender 1.191 paket senilai Rp 14,6 triliun, dengan rincian 209 paket senilai Rp 2,1 triliun telah selesai tender dan terkontrak pada bulan Desember 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.