Kantor dan Tower AirNav di Majene Rusak Pasca-Gempa 6,2 Magnitudo

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dampak gempa bumi yang terjadi di Majene Sulawesi Barat, Kamis, 14 Januari 2021. Gempa ini tepatnya berlokasi di darat pada jarak 4 kilometer arah Barat Laut Majene, Sulawesi Barat pada kedalaman 10 kilometer. ANTARA Foto/HO-Dok.Pribadi

    Dampak gempa bumi yang terjadi di Majene Sulawesi Barat, Kamis, 14 Januari 2021. Gempa ini tepatnya berlokasi di darat pada jarak 4 kilometer arah Barat Laut Majene, Sulawesi Barat pada kedalaman 10 kilometer. ANTARA Foto/HO-Dok.Pribadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gempa sebesar 6,2 magnitudo yang melanda Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat dinihari pukul 02.28 WITA, menyebabkan kantor hingga tower AirNav di Bandara Tampa Padang rusak.

    "Kantor AirNav Indonesia Unit Mamuju dan tower pemandu lalu-lintas penerbangan di Bandar Udara Tampa Padang mengalami kerusakan cukup parah," ujar Manager Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait, Jumat, 15 Januari 2021.

    Baca Juga: Gempa Majene Magnitudo 6,2 Merusak Bangunan

    Yohanes menjelaskan sementara ini pelayanan navigasi penerbangan dilakukan berbasis komunikasi dan jangkauan terbatas. Layanan dibantu oleh pemanduan navigasi penerbangan dari Cabang MATSC atau Makassar.

    Adapun AirNav Indonesia telah mengirimkan tiga personel bantuan operasional ke Unit Mamuju. Satu orang di antaranya merupakan air traffic controller dan dua lainnya merupakan teknisi.

    "Kami juga mengirim beberapa peralatan komunikasi dan navigasi dari Kantor Cabang MATSC sebagai bantuan operasional di Unit Mamuju.

    Yohanes mengatakan lembaganya akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar operasional penerbangan berjalan dengan aman. Dengan demikian, bantuan logistik dan operasional bisa terdistribusi dengan lancar pasca gempa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.