155 UMKM Masuk ke Pelabuhan Benoa, Targetnya Turis Kapal Pesiar

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal pesiar berbendera Norwegia Viking Sun melakukan lego jangkar di perairan Benoa, Bali, Sabtu, 7 Maret 2020. Kapal pesiar ini sejak Sabtu pagi telah memasuki wilayah perairan Benoa dan menunggu izin bersandar di Pelabuhan Benoa. ANTARA/Fikri Yusuf

    Kapal pesiar berbendera Norwegia Viking Sun melakukan lego jangkar di perairan Benoa, Bali, Sabtu, 7 Maret 2020. Kapal pesiar ini sejak Sabtu pagi telah memasuki wilayah perairan Benoa dan menunggu izin bersandar di Pelabuhan Benoa. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 155 UMKM akan masuk ke Pelabuhan Benoa di Bali yang sedang dikembangkan menjadi Bali Maritime Tourism Hub. Rencana ini disepakati dalam MoU yang dilakukan antara PT Sarinah (Persero) menyepakati MoU dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III.

    Nantinya, produk UMKM yang dijual di sini adalah yang memiliki kualitas dan nilai tinggi. Ini menyesuaikan dengan profil wisatawan di sana yang merupakan kalangan ekonomi kelas atas.

    "Cruise ship dan yacht visitor adalah plesiran kaum mapan dunia," kata Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021.

    Selain itu, Fetty menyebut para turis kelas ekonomi atas ini juga diharapkan jadi brand promotor. Sehingga, dapat menjadi influencer dari produk UMKM yang dibeli di negara asal mereka.

    ADVERTISEMENT

    Bali Maritime Tourism Hub di Benoa ini sekarang sedang dikembangkan oleh Pelindo III. Nantinya, lokasi ini akan menjadi pelabuhan pariwisata khusus turis dengan kapal pesiar.

    Direktur Utama PT Pelindo III U. Saefuddin Noer mengatakan untuk tahap awal di 2021, sudah tersedia lokasi untuk 20 UMKM. Posisinya di Benoa Cruise Terminal.

    Baca: Luhut Targetkan 6,1 Juta UMKM Masuk Platform Digital Hingga 2023


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?