Cerita Sri Mulyani soal Pencucian Uang Rp 23 M Pakai Koper Pemilik Money Changer

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pemaparan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat kerja tersebut beragenda mendengarkan penjelasan tentang PMK No. 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pemaparan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat kerja tersebut beragenda mendengarkan penjelasan tentang PMK No. 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penindakan terhadap tindak pidana pencucian uang (TPPU) terus berjalan di pintu perbatasan Indonesia. Salah satu kasus telah dibongkar terkait pembawaan uang tunai dari luar negeri.

    Pelakunya berinisial NL yang merupakan seorang pemilik jasa penukaran uang alias money changer. Ia membawa uang masuk ke Indonesia lewat pintu bandara dengan jumlah mencapai Rp 23,4 miliar.

    "Modusnya dengan disembunyikan di dalam koper," kata Sri Mulyani dalam acara koordinasi nasional pencegahan pencucian uang secara virtual pada Kamis, 14 Januari 2021.

    Tapi, Sri Mulyani tidak menjelaskan sumber dari uang tersebut hingga akhirnya disita oleh petugas. Ia hanya mengatakan bahwa bandara memang menjadi salah satu lokasi yang beresiko tinggi untuk terjadinya pidana ini.

    Dari catatannya, ada tiga lokasi yang paling berisiko tinggi. Ketiganya yaitu Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai tipe C Bandara Soekarno-Hatta, tipe B di Bandara ngurah Rai Bali dan Batam, Kepulauan Riau.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.