Jokowi Minta PPATK Ikut Telusuri Transaksi Keuangan Calon Pejabat Publik

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat ini digelar setelah diunggahnya video saat Presiden memperingatkan kabinetnya terkait penanganan Covid-19. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat ini digelar setelah diunggahnya video saat Presiden memperingatkan kabinetnya terkait penanganan Covid-19. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengharapkan peran lebih dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Salah satunya, Jokowi meminta PPATK mengawal proses pengisian jabatan strategis di pemerintahan.

    "Dengan aktif melakukan penelusuran rekam jejak (transaksi keuangan) calon pejabat publik," kata Jokowi dalam acara koordinasi tahunan pencegahan pencucian uang dan pendanaan teroris secara virtual pada Kamis, 14 Januari 2021.

    Sehingga, PPATK dinilai bisa memastikan rekam jejak transaksi yang yang bersih dari calon pejabat tersebut. Akan tetapi, Jokowi belum merinci soal pengawalan dari PPATK ini nantinya akan berjalan seperti apa dalam pengisian jabatan publik.

    Tapi selain itu, Jokowi juga mengharapkan kontribusi yang lebih dari PPATK untuk membantu program pemerintah. "Serta memberantas tindak pidana korupsi yang semakin beragam dan semakin menjangkit," kata dia.

    Jokowi menambahkan, tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme perlu terus diantisipasi. Antisipasi ini dilakukan untuk mencegah kejahatan seperti cyber crime atau kejahatan lain yang memanfaatkan teknologi paling baru.

    Terakhir, Jokowi meminta agar pengawasan terhadap pendanaan teroris terus dikawal. Salah satunya pendanaan yang dihimpun melalui sumbangan masyarakat. "Atau upaya lain untuk menarik simpati masyarakat," kata dia.

    Baca: Cerita Jokowi Divaksinasi Covid-19: Merasa Pegal Setelah Dua Jam

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Janji Kapolri Baru Listyo Sigit Prabowo: Dari Budaya Polri, FPI, Hingga KPK

    Tempo mencatat sejumlah janji Listyo Sigit Prabowo saat uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri. Termasuk perihal penembakan anggota FPI.