Hasil Kunjungan Menlu Cina, Bangun RS Internasional hingga Pusat Herbal di RI

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan telah bertemu dengan Penasehat Perdana Menteri Jepang, Izumi Hiroto di Kantor Perdana Menteri Jepang pada Kamis, 3 Desember 2020. Pertemuan ini untuk meraih dukungan atas pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia atau dikenal sebagai Nusantara Investment Authority (NIA). Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir dan Duta Besar RI Heri Akhmadi. (sumber: Kemenko Maritim)

    Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan telah bertemu dengan Penasehat Perdana Menteri Jepang, Izumi Hiroto di Kantor Perdana Menteri Jepang pada Kamis, 3 Desember 2020. Pertemuan ini untuk meraih dukungan atas pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia atau dikenal sebagai Nusantara Investment Authority (NIA). Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir dan Duta Besar RI Heri Akhmadi. (sumber: Kemenko Maritim)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Cina menyepakati sejumlah kerja sama di bidang ekonomi setelah kunjungan Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi ke Sumatera Utara dan Jakarta berlangsung. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia telah meneken nota kesepahaman (MoU) proyek two countries twin park dengan Cina. 

    "Tujuan kerja sama ini untuk membangun model baru industri antara Indonesia dan Tiongkok," kata Luhut dalam keterangan tertulis, Kamis, 14 Januari 2021.

    Kerja sama ini membuka kesempatan kedua untuk membangun rumah sakit internasional yang mumpuni. Selain itu, kerja sama memungkinkan Indonesia dan Cina melakukan pertukaran dokter dan tenaga kesehatan hingga berkolaborasi untuk melakukan riset dan teknologi.

    Luhut lantas mengajak perguruan tinggi Cina melakukan kerja sama riset di bidang herbal. Luhut mengatakan pusat obat herbal potensial dikembangkan di Indonesia karena 40 persen penduduk mengandalkan obat ini untuk menjaga kesehatan.

    Pemerintah Indonesia, kata dia, tengah menyiapkan area seluas 500 hektar di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, yang akan difungsikan sebagai Pusat Herbal dan Hortikultura. Luhut menjelaskan, di lokasi ini akan didirikan area demo pertanian, kantor, tempat tinggal, guest house, laboratorium, dan ladang pengumpulan plasma nutfah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.