3 Jurus Angkasa Pura II Pulihkan Bisnis Bandara

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Negara Asing mendorong barang bawaannya usai tiba di Bandara Soekarno-Hatta, di Tangerang, 1 Januari 2021. Jika masih ada WNA yang mendarat pada periode pelarangan masuk Indonesia, maka dipastikan WNA tersebut harus terbang kembali ke luar Indonesia. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

    Warga Negara Asing mendorong barang bawaannya usai tiba di Bandara Soekarno-Hatta, di Tangerang, 1 Januari 2021. Jika masih ada WNA yang mendarat pada periode pelarangan masuk Indonesia, maka dipastikan WNA tersebut harus terbang kembali ke luar Indonesia. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) berupaya mengembalikan kondisi bisnis kebandarudaraan di tengah pandemi Covid-19 melalui tiga program pemulihan pada 2021.

    Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan ketiga program tersebut juga bertujuan untuk mendorong bergairahnya sektor penerbangan nasional dengan memberikan pengalaman jauh lebih baik bagi pelanggan atau penumpang.

    "Tiga program tersebut adalah Leapfrogging The Corporation, Lean Operation, dan Leading Digital," kata Awaluddin dalam siaran pers, Rabu, 13 Januari 2021.

    Dia menjelaskan Leapfrogging The Corporation, perseroan akan menciptakan bisnis baru dan membangun ekosistem yang lebih besar. Contohnya, dibukanya hotel bintang 4 di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta baik di area domestik dan internasional.

    Sementara itu, kata Awaluddin, lewat program Lean Operation akan dilakukan optimalisasi sumber daya di bandara guna meningkatkan kualitas layanan dengan tetap mengedepankan safety, security, service through compliance dan environment sustainability.

    Implementasi Airport Collaborative Decision Making (ACDM) akan membuat seluruh stakeholder dapat secara optimal memanfaatkan seluruh sumber daya di bandara melalui pendekatan pemanfaatan infrastruktur bersama, kolaborasi sumber daya dan penggunaan platform operasi bandara secara bersama,” kata Muhammad Awaluddin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Risiko Terpapar Covid-19 Lebih Rendah Setelah Vaksinasi

    PDPI, Erlina Burhan, mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak berarti menjamin kekebalan sepenuhnya bagi para penerimanya.