Pertamina Prediksi Konsumsi BBM Turun 8 Persen Akibat Dampak PPKM

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi ojek online melakukan pengisian BBM di SPBU Cikini, Jakarta, Selasa, 14 April 2020. PT. Pertamina memberikan bantuan cashback 50% kepada ojek darling hingga 12 Juli 2020 demi mereda pandemi virus corona. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pengemudi ojek online melakukan pengisian BBM di SPBU Cikini, Jakarta, Selasa, 14 April 2020. PT. Pertamina memberikan bantuan cashback 50% kepada ojek darling hingga 12 Juli 2020 demi mereda pandemi virus corona. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) memproyeksikan penurunan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM di Jawa—Bali. 

    Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Pertamina Putut Andriatno mengatakan bahwa kendati belum memerinci lebih lanjut terkait dengan penurunan tersebut, pihaknya memastikan bakal ada penurunan konsumsi dibandingkan dengan periode sebelum pandemi.

    "Penurunan kami dibanding rata-rata sebelum pandemi sekitar 8 persen," katanya kepada Bisnis, Rabu 13 Januari 2021.

    Putut mengatakan Pertamina terus memastikan pasokan BBM akan tersedia dalam jumlah yang aman di lembaga-lembaga penyalur BBM di Jawa—Bali.

    Sementara itu, Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan bahwa apabila pelaksanaan PPKM di Jawa—Bali berjalan secara ketat, hal itu akan berpengaruh terhadap konsumsi BBM.

    Namun, dengan mulai berjalannya program vaksin dinilai dapat membantu dalam mengurangi pandemi Covid-19 sehingga kegiatan masyarakat bisa kembali ke new normal dan ini bisa meningkatkan penggunaan BBM kembali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.