Satu Kantong Paket Berisi Bangkai Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Kembali Ditemukan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah prajurit Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) Korps Marinir TNI AL mengangkut serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu 10 Januari 2021. Denjaka dibentuk pada November 1984. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Sejumlah prajurit Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) Korps Marinir TNI AL mengangkut serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu 10 Januari 2021. Denjaka dibentuk pada November 1984. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu kantong paket berisi bangkai pesawat Sriwijaya Air SJ 182 kembali ditemukan di sekitar lokasi kecelakaan di perairan Kepulauan Seribu pada Rabu siang, 13 Januari 2021. Temuan itu merupakan hasil operasi kapal milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai atau KPLP Kementerian Perhubungan.

    "Ditemukan di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki," ujar nakhoda kapal patroli KPLP KN Trisula, Kapten Eko Surya Hadi, di JICT 2, Jakarta Utara, Rabu, 13 Januari 2021.

    Baca Juga: Cerita Penyelam Temukan KTP Korban Sriwijaya Air hingga Perhiasan Emas

    Paket dibungkus dengan kantong berwarna oranye dan dibawa ke lokasi pengumpulan di Posko JICT 2. Petugas tampak melakukan penyemprotan dengan disinfektan sesaat setelah paket tiba.

    ADVERTISEMENT

    Belum diketahui bagian jenis apa yang ditemukan petugas operasi. Paket ini selanjutbya akan diserahkan kepada Komite Nasional untuk Keselamatan Transportasi atau KNKT dan tim Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk pemeriksaan.

    Sebelumnya, Tim SAR berhasil mengevakuasi 139 kantong jenazah, 26 kantong kecil berisi potongan bangkai pesawat berukuran kecil, dan 26 potongan pesawat besar. Tim pada Kamis, 12 Januari, juga menemukan kotak hitam atau black box berisi FDR. FDR adalah rekaman data penerbangan.

    Adapun sejak Rabu siang, pencarian korban dan bangkai pesawat Sriwijaya Air dihentikan sementara. Operasi disetop lantaran cuaca buruk.

    "Masih tidak mendukung untuk dilaksanakannya operasi pencarian dan pertolongan, dalam hal ini adalah penyelaman," kata Deputi Bidang Operasi Pencarian dan kesiapsiagaan Basarnas Mayjen TNI Bambang Suryo Aji.

    Bambang menjelaskan cuaca buruk terjadi sejak Rabu pagi. Angin kencang menyebabkan gelombang ombak meninggi hingga 2,5 meter. Untuk alasan keamanan, kegiatan yang berhubungan dengan penyelaman dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan.

    Tim SAR, kata Bambang, masih menunggu cuaca membaik untuk melaksanakan operasi kembali. "Nanti apabila ada perkembangan, sambil menunggu cuaca lebih baik, mungkin tim akan melaksanakan operasi pencarian," ujarnya. Saat ini petugas, berada di perahu karet masing-masing.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?