Cuaca Buruk di Lokasi Pencarian Korban Sriwijaya Air Diperkirakan sampai Malam

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah prajurit Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Armada 1 berusaha mengangkat puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dari dasar perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin 11 Januari 2021. Kopaska memiliki tugas utama yakni infiltrasi bawah laut guna melakukan sabotase dan penghancuran berbagai fasilitas dan kekuatan musuh. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Sejumlah prajurit Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Armada 1 berusaha mengangkat puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dari dasar perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin 11 Januari 2021. Kopaska memiliki tugas utama yakni infiltrasi bawah laut guna melakukan sabotase dan penghancuran berbagai fasilitas dan kekuatan musuh. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Cuaca buruk di lokasi pencarian korban dan bangkai pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu diperkirakan terjadi sampai Rabu petang, 13 Januari 2021. Saat ini, Tim SAR masih menghentikan operasi untuk sementara sembari menunggu kondisi lapangan membaik.

    "Prediksi cuaca dari jam 1 dinihari sampai malam. Jadi memang kondisi cuaca sejak pagi tadi, memang kondisinya angin kencang, sehingga akan mengganggu kegiatan operasi SAR di lokasi kecelakaan pesawat," ujar Koordinator Lapangan BMKG di Posko Utama JICT II Sugarin di Posko JICT, Rabu, 13 Januari 2021.

    Baca Juga: Cerita Penyelam Temukan KTP Korban Sriwijaya Air hingga Perhiasan Emas

    Cuaca buruk mengakibatkan gelombang meninggi hingga lebih dari 2 meter. Gelombang ombak didorong oleh kecepatan angin yang rata-rata mencapai 10-15 knot.

    Meski demikian, Sugarin mengatakan tren cuaca akan lebih baik menjelang petang ketimbang siang ini. Gelombang pun bergerak fluktuatif mengikuti kecepatan angin yang berembus di area kecelakaan pesawat.

    "Jadi tidak selamanya 2 meter, artinya fluktuasi gelombang itu tergantung kecepatan angin. Kalau memang angin kencang baru gelombang itu akan tinggi," katanya.

    Prediksi BMKG berdasarkan Pemantauan automatic weather station (AWS), citra satelit, dan pemodelan gelombang, cuaca di sekitar lokasi pencarian pesawat berpotensi berawan hingga hujan ringan pada Rabu malam. Saat cuaca membaik, Sugarin mengatakan kondisi ini akan memudahkan tim SAR kembali bergerak melakukan operasi pencarian korban dan bangkai pesawat.

    "Semua informasi kami update, cuaca memburuk pun kami sampaikan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.