IHSG Ditutup Menguat di Sesi Pertama, Usai Jokowi Disuntik Vaksin

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo sebelum diberikan vaksin Sinovac di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Januari 2021. Foto/youtube.com

    Presiden Joko Widodo sebelum diberikan vaksin Sinovac di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Januari 2021. Foto/youtube.com

    TEMPO.CO, JakartaIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan sesi pertama Rabu 13 Januari 2021. Indeks menguat di tengah pelaksanaan vaksinasi Covid-19. 

    Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 32 poin atau 0,51 persen ke level 6.428. Indeks sempat naik 1,02 persen saat pembukaan dan bergerak di rentang 6.393,89 hingga 6.460,65 sepanjang sesi pertama.

    Sebanyak 216 saham menguat, 248 saham melemah, dan 149 saham stagnan. Kinerja di sesi pertama sekaligus melanjutkan tren positif yang mana pada perdagangan kemarin ditutup menguat 0,2 persen ke level 6.395,66.

    Saham PT Acset Indonusa Tbk. dan PT Aneka Tambang Tbk. mencetak kenaikan tajam hingga sesi pertama. Saham ACST naik 19,75 persen ke level 570 sedangkan saham ANTM naik 9,39 persen ke posisi 3.030.

    Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. tercatat sebagai saham yang paling banyak diborong investor asing. Saham BBRI mencatata net buy oleh investor asing sebesar Rp313,4 miliar dan menutup babak pertama dengan penguatan 1,48 persen ke level 4.790.

    Di sisi lain, Presiden Joko Widodo telah disuntik vaksin buatan Sinovac. Vaksinasi tersebut dilakukan bersama sejumlah perwakilan dari elemen masyarakat, mulai dari pengusaha, tokoh agama, buruh, dan perwakilan profesi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Risiko Terpapar Covid-19 Lebih Rendah Setelah Vaksinasi

    PDPI, Erlina Burhan, mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak berarti menjamin kekebalan sepenuhnya bagi para penerimanya.