Cerita Ibu Raup Omzet Rp 4 Juta per Bulan dari Jualan Pot Bunga saat Pandemi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu di Desa Pauh Timur, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Melani Syafitri (28) sedang menyelesaikan pot bunga yang dipesan oleh konsumennya. (Antarasumbar/Aadiaat M.S.)

    Seorang ibu di Desa Pauh Timur, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Melani Syafitri (28) sedang menyelesaikan pot bunga yang dipesan oleh konsumennya. (Antarasumbar/Aadiaat M.S.)

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang ibu di Desa Pauh Timur, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Melani Syafitri, 28 tahun, membuka usaha membuat pot bunga dari sabut kelapa di masa pandemi Covid-19 dengan omzet mencapai Rp 4 juta per bulan.

    "Sebelumnya saya hanya bantu-bantu ibu jualan di kedai nasinya, tapi karena pandemi usaha ibu saya sepi pembeli," kata dia di Pariaman, Selasa, 12 Januari 2021.

    Baca Juga: Risma Damprat Demonstran yang Merusak Pot Bunga dan Taman Kota

    Ia mengatakan pada saat itu salah seorang temannya menyarankan membuat pot bunga dari sabut kelapa sehingga pada April 2020 dirinya mencoba membuat dan mengunggah foto produk yang dibuatnya ke media sosial yang ternyata banyak peminat.

    Ia menyampaikan pot bunga yang dibuat itu pun saat ini tidak saja dipasarkan untuk daerah setempat namun juga Kota Padang, Pekanbaru, serta Medan. "Yang rutin memesan pot bunga orang dari Padang, nanti dia juga akan jual di sana," katanya.

    Mela mengatakan produk yang dibuat itu pun saat ini tidak saja dipasarkan secara konvensional atau luar jaringan namun juga dalam jaringan atau online.

    Harga pot bunga yang dibuat pun bervariasi mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 100 ribu sesuai dengan kesulitan dan banyaknya bahan baku yang digunakan.

    Bahan baku yang digunakan untuk membuat pot tersebut yaitu serat sabut kelapa yang dibelinya dari daerah setempat serta kawat jaring besi sebagai tulang penyangga.

    Untuk memenuhi permintaan konsumen Mela dibantu oleh saudara-saudaranya dan bahkan saat ini saudaranya pun juga membuka usaha yang sama di tempat lainnya di Pariaman.

    Ia berharap usahanya semakin berkembang sehingga dapat mempekerjakan warga setempat yang juga mengalami kesulitan ekonomi apalagi terjadi pandemi Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.