Kecelakaan SJ 182,Sriwijaya Air Wajib Bayar Ganti Rugi Rp 1,25 M per Penumpang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke sejumlah kantong jenazah hasil pencarian korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Terminal JICT, Jakarta, Ahad, 10 Januari 2021.Sejumlah keluarga korban telah menyerahkan sampel DNA dan data untuk keperluan identifikasi.  TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke sejumlah kantong jenazah hasil pencarian korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Terminal JICT, Jakarta, Ahad, 10 Januari 2021.Sejumlah keluarga korban telah menyerahkan sampel DNA dan data untuk keperluan identifikasi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sriwijaya Air wajib membayar ganti rugi kepada keluarga korban kecelakaan pesawat SJ-182 sebesar Rp 1,25 miliar per penumpang. Hal tersebut mengacu kepada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 77 Tahun 2011.

    "Ya betul, akan tetap merujuk kepada PM 77 Tahun 2011," ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati kepada Tempo, Selasa, 12 Januari 2020.

    Baca Juga: Lapan Sebut Tidak Ada Cuaca Ekstrem saat Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182

    Terkait ganti rugi tersebut, Adita mengatakan Kementerian Perhubungan sudah berkomunikasi dengan Sriwijaya Air. "Kami sudah menyampaikan kepada Sriwijaya Air untuk segera mempersiapkan hal-hal yang terkait dengan ketentuan ganti kerugian di PM 77 tersebut."

    Berdasarkan Pasal 2 poin a beleid tersebut, pengangkut yang mengoperasikan pesawat udara wajib bertanggung jawab atas kerugian terhadap penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap, atau luka-luka. Jumlah ganti rugi tersebut ditetapkan pada pasal 3 huruf a, yaitu sebesar Rp 1.250.000.000 per penumpang.

    "Penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena akibat kecelakaan pesawat udara atau kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan pengangkutan udara diberikan ganti kerugian sebesar Rp.1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) per penumpang," termaktub di aturan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.