Menkes Budi Gunadi Sadikin Melobi demi 108 Juta Dosis Vaksin Gratis COVAX GAVI

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, sebelum melakukan pertemuan tertutup terkait tim khusus pengawasan vaksin Covid-19 dengan pimpinan KPK di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021.  TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, sebelum melakukan pertemuan tertutup terkait tim khusus pengawasan vaksin Covid-19 dengan pimpinan KPK di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah terus melobi pihak GAVI, sebuah aliansi vaksin multilateral yang berbasis di Jenewa, Swiss. Tujuannya agar Indonesia bisa mendapatkan total 108 juta dosis vaksin yang akan diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

    "Dua hari lalu masih bicara," kata Menkes dalam rapat di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 11 Januari 2021.

    Saat ini, Indonesia baru mendapatkan kepastian vaksin COVAX/GAVI dengan jumlah 54 juta dosis. Menurut Budi, masih ada peluang untuk mendapatkan 54 juta dosis lagi menjadi total 108 juta dosis.

    Sejak awal Desember 2020, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah mengatakan Indonesia termasuk satu dari 92 negara COVAX AMC yang akan memperoleh vaksin sebesar 3-20 persen dari jumlah penduduk. Vaksin multilateral ini berasal dari COVAX/GAVI Facility.

    Di dalam GAVI, ada sejumlah institusi yang terlibat. Mulai dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF, Bank Dunia, serta Bill & Melina Gates Foundation.

    Indonesia sangat berharap bisa mendapatkan lebih banyak vaksin gratis ini. Dengan begitu, pembelian vaksin di empat saluran lainnya bisa ditekan. Sebaliknya jika gagal mendapatkan tambahan 54 juta dosis COVAX/GAVI tambahan, maka harus dilakukan pembelian lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.