Industri Kincir dan Pompa Air Disiapkan untuk Genjot Produksi Udang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tambak udang. Antaranews.com

    Ilustrasi tambak udang. Antaranews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi tengah berkoordinasi untuk menyiapkan industri kincir air dan pompa air untuk mendorong produksi udang nasional.

    Koordinasi dilakukan Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Maritim dan Investasi Safri Burhanuddin melalui rapat koordinasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, PT Barata Indonesia (Persero), PT Boma Bisma Indra (Persero), dan PT Kelola Mina Laut pada Senin (11/1).

    "Hari ini kita kembali berkumpul untuk menindaklanjuti rencana aksi terkait sarana dan prasarana penunjang industri perikanan budidaya, khususnya terkait peningkatan produksi udang kita secara nasional. Aksi nyata ini direalisasikan dengan rencana terkait industri kincir air dan pompa air buatan dalam negeri untuk membantu peningkatan produksi perikanan  budi daya," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 12 Januari 2021.

    Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya merupakan lembaga pendidikan yang melakukan riset terkait kincir air dan pompa air. Safri mendorong pengembangan dua alat tersebut menjadi produk karya anak bangsa.

    "Nantinya produk ini bisa direalisasikan dan digunakan oleh industri tambak perikanan budidaya secara massal," katanya.

    Presiden Joko Widodo menjadikan industri perikanan budidaya masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, khususnya mengenai revitalisasi tambak di sektor udang dan bandeng.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.