Mendag Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Ramadan dan Idul Fitri 2021

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Srie Agustina saat berbincang dengan Joni salah satu pedagang beras dalam kegiatan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu 29 Mei 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Srie Agustina saat berbincang dengan Joni salah satu pedagang beras dalam kegiatan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu 29 Mei 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjamin ketersediaan pasokan bahan pokok dan bahan penting untuk kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri pada April-Mei 2021.

    "Kami pastikan akan ada. Kami sudah memastikan bahwa barang penting seperti gula, daging, beras, kami akan persiapkan untuk menghadapi hari-hari besar tersebut," kata Muhammad Lutfi dalam konferensi pers virtual, Senin, 11 Januari 2020.

    Baca Juga: Larangan Mudik, Kemenhub: Pergerakan Orang di Semua Moda Turun

    Dengan terpenuhi pasokan tersebut, kata dia, bisa menjaga kestabilan harga bahan pokok.

    Dia juga mengatakan Kemendag akan memastikan pastikan tata kelola impor dan pengadaan barang transparan dan terbuka.

    Lutfi ingin menjadi wasit yang mengendalikan pertarungan antara pembeli dan penjual. "Ada yang harganya, sangat transparan, bisa tahu, ada yang harganya saya kantongin karena untuk memastikan bahwa pasar berjalan dengan baik," ujarnya.

    Kendati begitu, dia memastikan 270 ribu rakyat Indonesia bisa melihat ke Kementerian Perdagangan dalam menjaga simpul dari penjual dan pembeli berjalan baik dan benar.

    "Jadi mudah-mudahan ini bisa menjadikan kontrol sendiri di Kementerian Perdagangan," ujar Lutfi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.