RI Impor Jutaan Ton Kedelai, Jokowi: Tak Bisa Lagi Konvesional yang Rutinitas

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pabrik tahu tempe di sentra produksi yang berlokasi di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, pada Kamis, 7 Januari 2021. Tempo/Fajar Pebrianto

    Suasana pabrik tahu tempe di sentra produksi yang berlokasi di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, pada Kamis, 7 Januari 2021. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengatakan pembangunan pertanian harus dilakukan dengan serius, terutama pada komoditas yang masih banyak bergantung kepada impor.

    "Kedelai hati-hati. Jagung, hati-hati. Gula, hati-hati. ini yang masih jutaan ton. bawang putih, beras. Meskipun sudah hampir dua tahun kita tidak impor beras, saya akan lihat kondisi lapangannya apakah bisa konsisten kita lakukan untuk tahun mendatang," ujar Jokowi dalam konferensi video, Senin, 11 Januari 2020.

    Jokowi meminta jajarannya untuk mencari desain yang terbaik untuk menyelesaikan persoalan impor tersebut. "Menurut saya, tidak bisa kita melakukan hal-hal konvensional, yang rutinitas, monoton seperti yang dilakukan bertahun-tahun."

    Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah membangun kawasan pertanian berskala ekonomi atau economic scale. "Enggak bisa yang kecil-kecil lagi," ujar dia. Langkah itu saat ini diterapkan dengan pembangunan lumbung pangan atau food estate di Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah.

    Ia mengatakan pembangunan pertanian berskala besar akan menggenjot produksi. Sehingga, harga komoditas lokal bisa bersaing dengan komoditas impor. Sebab, apabila produksi sedikit, Harga Pokok Produksi pangan lokal akan kalah dari harga impor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?