Mendag Lutfi Ungkap Peliknya Persoalan Kedelai dan Penyebab Harga Naik

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengikuti upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020. M Lutfi juga pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan di masa kepresidenan SBY. ANTARA/BPMI Setpres/Muchlis Jr

    Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengikuti upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020. M Lutfi juga pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan di masa kepresidenan SBY. ANTARA/BPMI Setpres/Muchlis Jr

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan tidak mudah mengatasi persoalan kacang kedelai. Hal itu, karena kata dia, kacang kedelai menjadi barang penting untuk bahan makanan masyarakat Indonesia.

    "Tapi secara bersamaan lebih dari 90 persen kebutuhan kacang kedelai itu adalah impor. Nah yang terjadi sekarang ini adalah tingginya permintaan dunia terhadap kacang kedelai bersamaan dengan terganggunya cuaca maupun keadaan ekonomi di dunia," kata Lutfi dalam konferensi pers virtual, Senin, 11 Januari 2021.

    Sekarang, kata dia, kedelai mencapai harga tertinggi dalam enam tahun terakhir, yakni US$ 13 dolar. Kenaikan harga itu disebabkan beberapa hal, pertama karena gangguan cuaca El Nina di latin Amerika yang menyebabkan basah di Brazil dan Argentina. Kedua, harga naik akibat mogok kerja pegawai distribusi di Argentina.

    Penyebab kenaikan harga berikutnya, yaitu masalah permintaan. Dia menuturkan pada 2019-2020 Cina mengalami flu babi, yang membuat semua ternak babi dimusnahkan.

    "Sekarang mereka mulai ternak babi dengan jumlah sekitar 470 juta yang tadinya feed-nya tidak diatur, hari ini diatur," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.