Subsidi Pupuk Rp 33 T Tiap Tahun, Jokowi: Return-nya Apa? Ini Ada yang Salah

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato untuk ditayangkan dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu 23 September 2020. Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Lukas

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato untuk ditayangkan dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu 23 September 2020. Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Lukas

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mempertanyakan imbal balik dari besarnya suntikan subsidi pupuk yang diberikan negara untuk sektor pertanian selama ini. Menurut Jokowi, kurang lebih sekitar Rp30 triliun anggaran yang dikucurkan untuk subsidi pupuk setiap tahunnya.

    Hal itu disampaikan Jokowi dalam acara Pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta pada Senin, 11 Januari 2021.

    "Berapa puluh tahun kita subsidi pupuk? Berapa bu Menteri Keuangan? Rp30 triliun? Rp33 triliun seinget saya. Return-nya apa? Apakah produksi melompat naik? Rp33 triliun, saya tanya kembaliannya apa? 5 tahun berapa? 10 tahun berapa triliun? kalau 10 tahun sudah Rp330 triliun," ujar Jokowi dengan nada tinggi.

    Jokowi menegaskan, hal tersebut harus segera di evaluasi. "Bapak dan ibu, angka itu besar sekali. Artinya, tolong ini di evaluasi. Ini ada yang salah. Saya sudah berkali-kali meminta ini," ujarnya.

    Kementerian Pertanian mencatat, pada 2017, Kementan mengalokasikan subsidi Rp 31,33 triliun untuk program subsidi pupuk bagi petani dengan perhitungan subsidi Rp 3.010 per kilogram.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.