Krisis Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19, Megawati Terisak Ingat Pesan Soekarno

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Megawati Soekarnoputri. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

    Megawati Soekarnoputri. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

    EMPO.CO, Jakarta - Ketua Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri terisak saat menyampaikan pidato politik dalam perayaan HUT ke-48 PDIP yang disiarkan secara virtual pada hari ini, Ahad, 10 Januari 2021.

    Saat itu ia mengaku teringat akan perkataan ayahnya sekaligus presiden pertama indonesia, Soekarno atau Bung Karno, tentang nilai-nilai nasionalisme. Ingatan itu kembali muncul ketika kini Indonesia turut merasakan krisis kesehatan dan ekonomi sebagai buntut dari pandemi Covid-19.

    “Bapak mengatakan, saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapkanlah kecintaanku pada Tanah Air dan Bangsa selalu menyala-nyala di dalam saya punya dada, sampai terbawa masuk ke dalam kubur saat Allah memanggilku,” kata Mega.

    Megawati menyebutkan pernyataan tersebut telah disampaikannya pada tahun lalu. "Kalimat ini telah saya sampaikan satu tahun yang lalu, 9 bulan kemudian kita diguncang oleh Covid-19. Bukan hanya Indonesia, tetapi juga dunia. Dunia dipaksa untuk masuk kepada peradaban yang baru,” kata Mega.

    Belakangan, Mega menambahkan, dalam dunia yang dilanda krisis inilah masyarakat mesti dapat konsisten dan benar-benar menerima dan menjalankan Pancasila. “Pancasila jangan menjadi jargon belaka. Bangsa ini sangat membutuhkan Pancasila diimplementasikan di saat krisis seperti ini,” ucapnya.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut tahun 2020 sebagai babak krisis terberat dalam sejarah dunia akibat pandemi Covid-19. Indonesia sebagai bagian dari komunitas global pun tidak luput dari krisis kesehatan yang menumbangkan perekonomian nasional. 

    Hal ini diutarakan Jokowi dalam sambutannya menyongsong Tahun 2021 yang disiarkan melalui Kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis, 31 Desember 2020. “Orang banyak kehilangan pekerjaan, banyak orang kehilangan nafkah yang membuat tahun 2020 merupakan krisis terberat dalam sejarah dan bangsa Indonesia, kita juga tidak luput dari cobaan yang tidak mudah ini, ujian yang sangat berat ini,” kata Jokowi.

    BISNIS

    Baca: Komentari Krisis, Boediono: Bukan Sekedar Resesi dan Depresi, Ini Paralisis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.