Longsor Sumedang, Total 13 Orang Ditemukan Meninggal

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas SAR melakukan proses pencarian korban longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. ANTARA/HO-Basarnas Bandung

    Petugas SAR melakukan proses pencarian korban longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. ANTARA/HO-Basarnas Bandung

    Kementerian Sosial (Kemensos) mengucurkan bantuan senilai Rp1.053.703.150 untuk korban tebing longsor di Kampung Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

    Sementara itu, Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial Kementerian Sosial Prof Syahabuddin mengatakan bantuan yang disalurkan meliputi bantuan logistik tanggap darurat senilai Rp 888.671.350. Bantuan logistik yang diberikan terdiri atas 10 tenda serbaguna keluarga, 150 velbed, 1.200 matras, 600 kasur, 1.000 selimut.

    Kemensos juga memberikan bantuan beras 3.000 kg senilai Rp 31,8 juta dan dana Rp 165 juta untuk santunan bagi 11 ahli waris korban bencana yang meninggal dunia. Tak hanya itu, pelayanan dapur umum juga telah diaktifkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari korban bencana.

    "Fokus pemerintah dalam bencana ini, untuk memastikan kebutuhan kesehatan dan kebutuhan sehari-hari para korban selamat bisa terpenuhi," kata Syahabuddin.

    Sebelumnya diberitakan hujan deras menyebabkan tebing di Desa Cihanjuang longsor dan longsorannya menimbun sejumlah rumah warga pada Sabtu kemarin, 9 Januari 2021. Petugas sudah mengevakuasi 22 warga yang tertimbun longsoran, belasan di antaranya meninggal dunia dan petugas masih mencari delapan orang yang tertimbun material longsoran.

    ANTARA

    Baca: Longsor Tutup Gorong-Gorong, Ancam Jalan Tol Purbaleunyi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.