Menhub Budi Karya Ungkap Kronologi Hilangnya Pesawat Sriwijaya Air

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sriwijaya Air. Instagram/@sriwijayaair

    Sriwijaya Air. Instagram/@sriwijayaair

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan kronologi hilang kontaknya pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500 dengan nomor penerbangan SJY182 rute Jakarta-Pontianak. Budi Karya mengatakan armada tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 14.36 WIB.

    “Pukul 14.37 WIB masih di 1700 feet,” ujar Budi Karya, Sabtu petang, 9 Januari 2021.

    Baca Juga: Sriwijaya Air Tanggapi Kabar Maskapainya Hilang Kontak

    Pilot Sriwijaya kemudian meminta izin kepada air traffic control di Soekarno-Hatta untuk menaikkan ketinggian. Pilot memperoleh izin meningkatkan ketinggian terbang di 29 ribu kaki pada pukul 14.37 WIB dengan standar instrumen departure.

    Namun pada pukul 14.40 WIB, ATC tidak melihat Sriwijaya menuju koordinat yang semestinya. Oleh karenanya, ATC meminta pilot untuk melaporkan arah.  “Dalam hitungan detik, SJY182 hilang dari radar,” ujar Budi Karya.

    Menurut dia manajer operasi maskapai langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait. Sehingga segera dilakukan pencarian. Pada pukul 17.30 WIB, kata Budi Karya, Presiden Joko Widodo memberikan perintah untuk memaksimalkan pencarian tersebut.

    Ia mengatakan saat ini Basarnas hingga TNI Angkatan Laut telah mengerahkan sejumlah kapal patroli. Adapun saat hilang kontak, Sriwijaya diketahui membawa 62 penumpang. Sebanyak 50 di antaranya adalah penumpang dan 12 lainnya kru.

    Posko untuk keluarga penumpang kini dibuka di pintu Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. “Informasi dari Sriwijaya Air untuk informasi penumpang dapat menghubungi  02180637817,” ujar Budi Karya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.