Syarat Tes Antigen dan PCR Diperpanjang, Cek Ketentuan Lengkap Penumpang Pesawat

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang pesawat melakukan pendaftaran untuk mengikuti tes cepat COVID-19 di area Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 20 Desember 2020. Hasil PCR test dan rapid test antigen menjadi protokol kesehatan bagi calon penumpang pesawat. ANTARA/Fauzan

    Calon penumpang pesawat melakukan pendaftaran untuk mengikuti tes cepat COVID-19 di area Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 20 Desember 2020. Hasil PCR test dan rapid test antigen menjadi protokol kesehatan bagi calon penumpang pesawat. ANTARA/Fauzan

    TEMPO.CO, Jakarta – Syarat rapid test antigen dan tes usap atau swab PCR bagi penumpang pesawat rute domestik diperpanjang mulai 9 hingga 25 Januari 2021. Ketentuan ini merujuk pada Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 1 Tahun 2021 dan Surat Edaran Ditjen Perhubungan Udara Nomor 3 Tahun 2021.

    Bagi calon penumpang pesawat dari dan ke Jawa serta di dalam Pulau Jawa, mereka wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes PCR atau non-reaktif dari tes Antigen. “Kurun pengetesan maksimal 3x24 jam untuk tes PCR dan 2x24 jam untuk rapid test antigen,” begitu bunyi keterangan Angkasa Pura II, Sabtu, 9 Januari 2021.

    Baca: Tes Swab PCR Covid-19 Rp 300-600 Ribu di RSUI, Simak Jadwal dan Ketentuannya

    Aturan terkait syarat hasil tes Covid-19 berbeda untuk penumpang rute Bali. Khusus tujuan Bali, usia kedaluwarsa hasil tes Covid-19 lebih pendek.

    Penumpang rute Pulau Dewata wajib mengantongi hasil tes swab PCR dengan sampel yang diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan. Sedangkan untuk hasil nonreaktif rapid test antigen, sampelnya maksimal diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam.

    Untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun, Awaluddin memastikan dokumen tes PCR maupun rapid tes antigen bersifat tidak wajib. Syarat tersebut juga tidak diwajibkan bagi penumpang penerbangan angkutan perintis dan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.

    Di sisi lain, calon penumpang pesawat diimbau memperhatikan ketentuan di daerah tujuan yang memiliki aturan khusus. Misalnya, Kalimantan Barat yang sampai saat ini mewajibkan syarat tes PCR bagi penumpang pesawat.

    VP of Corporate Communication AP II Yado Yarismano mengatakan seluruh bandara AP II telah mengoperasikan Airport Health Center. Dengan begitu, calon penumpang pesawat bisa dapat melakukan tes Covid-19 di bandara.

    “Keberadaan Airport Health Center untuk mendukung calon penumpang pesawat memenuhi kewajiban tes Covid-19 dan memastikan terwujudnya penerbangan sehat sehingga sektor penerbangan nasional dapat tetap berkontribusi dan mendukung aktivitas masyarakat,” kata Yado.

    Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yado memyebut, perusahaan membuka delapan titik layanan. Di antaranya, Airport Health Center di Terminal 1 (walk in service); Stasiun Skytrain Terminal 2 (walk in service); Terminal 2D (pre-order Service); SMMILE Center Terminal 3 (walk in service); Area Lounge Umroh Terminal 3; Lapangan Parkir Terminal 3 (drive thru service); Lapangan parkir terminal dua, yaitu (Drive thru service); dan Lapangan Parkir Terminal 1 (Drive thru service).

    Yado memastikan layanan ini bisa dipesan sebelumnya melalui situs resmi perusahaan. “Pre-order service dapat dilakukan melalui travelation.angkasapura2.co.id, lalu aplikasi Indonesia Airport (INAirport), dan barcode yang terdapat di area pelaksanaan tes untuk pre-order service,” ujar Yadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.