Jasa Marga Lanjutkan Pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung Sepanjang 12,5 Km

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tol Manado Bitung. youtube.com

    Tol Manado Bitung. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk melanjutkan pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung untuk segmen 2B. Pembangunan dilakukan mulai KM 26,5 hingga KM 39+900 sepanjang 12,5 kilometer.

    “Saat ini perseroan telah menyelesaikan pembangunan dan pengoperasian segmen 2A dan sebagian segmen 2B, yaitu dari Manado-Airmadidi -Simpang Susun (SS) Danowudu,” tutur Direktur Utama PT PT Jasamarga Manado Bitung (JMB) George Manurung seperti dikutip pada Sabtu, 9 Januari 2021.

    Hingga 5 Januari 2021, progres pembebasan lahan untuk Segmen 2A Airmadidi-SS Danowudu mencapai 100 persen. Sedangkan konstruksinya mencapai 99,03 persen. Sementara itu, pembebasan lahan untuk segmen 2B SS Danowudu-Bitung mencapai 98,86 persen. Adapun konstruksinya mencapai 73,57 persen.

    Jalan Tol Manado-Bitung beroperasi sepanjang 26,5 kilometer. Sebelumnya untuk segmen 1 sepanjang 14 kilometer, pembangunan jalan tol diselesaikan oleh pemerintah. Sedangkan JMB akan mengelarkan proyek jalan tol segmen 2B sepanjang 12,5 kilometer. Untuk kelanjutan pembangunan segmen 2B, JMB menargetkan akan menyelesaikannya pada Juli 2021.

    Secara keseluruhan, total panjang Jalan Tol Manado-Bitung mencapai 39 kilometer. Jalan tol dibangun dengan konsep kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Jalan tol ini terdiri dari dua seksi, yaitu seksi 1 Manado-Airmadidi sepanjang 14 kilometer yang dibangun pemerintah.

    Kemudian seksi 2 Airmadidi-Bitung sepanjang 25 kilometer dibangun PT JMB. Jalan Tol Manado-Bitung yang dibangun sejak 2017 memiliki total investasi sebesar Rp 4,95 triliun dengan masa konsesi 40 tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.