Penyebab Saham Antam dkk Jadi Incaran Investor di Awal Tahun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa, 28 Juni 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Petugas menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa, 28 Juni 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Awal tahun ini, saham-saham emiten pertambangan mineral logam seperti PT Aneka Tambang Tbk atau Antam dan PT Vale Indonesia Tbk menjadi incaran investor.

    Minat investor tersebut mendorong penguatan harga-harga sejumlah emiten tambang mineral logam. Berdasarkan data Bloomberg, saham-saham emiten pertambangan logam menorehkan kinerja impresif sepanjang pekan ini.

    Saham Antam (ANTM) melesat 34,37 persen, diikuti saham Vale Indonesia (INCO) menguat 27,45 persen, dan saham PT Timah Tbk. (TINS) naik 22,22 persen dalam sepekan.

    Tidak kalah, saham PT Central Omega Resources Tbk. (DKFT) juga naik 14,61 persen, PT Cita Mineral Investama Tbk. (CITA) naik 12,42 persen, saham PT Kapuas Prima Coal Tbk. (ZINC) naik 9,47 persen, dan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) naik 9,05 persen.

    Adapun, penguatan saham tambang logam itu pun berhasil menopang pergerakan indeks Jakmine yang berhasil naik 10,75 persen sepanjang 4—8 Januari 2021 ke level 2.121,44.

    Pada 2020, indeks kumpulan saham pertambangan itu berhasil menjadi indeks sektoral dengan kinerja terbaik dengan return 23,69 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.