Terpopuler Bisnis: Lo Kheng Hong Beli Saham GJTL hingga Urutan Penerima Vaksin

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lo Kheng Hong. Facebook

    Lo Kheng Hong. Facebook

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Jumat, 8 Januari 2021, dimulai dari investor saham kawakan Lo Kheng Hong yang membenarkan telah membeli saham PT Gajah Tunggal Tbk hingga urutan penerima vaksin COvid-19 menurut Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (Komite PC-PEN) Airlangga Hartarto.

    Adapula berita tentang Polri membuka rekrutmen khusus sarjana untuk calon Perwira Pertama dengan pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) dan Taipan pemilik Grup MNC, Hary Tanoesoedibjo, akan memimpin langsung PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), baik secara de facto maupun de jure.

    1. Saham GJTL Melejit, Lo Kheng Hong: Benar Saya Membeli Saham PT Gajah Tunggal

    Pergerakan harga saham PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) langsung menembus batas auto rejection atas (ARA) pada sesi perdagangan kedua Jumat, 8 Jumat 2020. Masuknya Lo Kheng Hong menjadi pemegang saham 5 persen dikabarkan menjadi pemicu.

    Harga saham Gajah Tunggal langsung dibuka menguat sejak pembukaan perdagangan Jumat. Pergerakan naik 15 poin ke level Rp 675 pada sesi pembukaan. Namun, pergerakan melejit setelah istirahat sesi pertama.

    Harga saham GJTL menyentuh level ARA dengan menguat 25 persen atau 165 poin ke level Rp 825 hingga pukul 13:57 WIB. Penguatan terjadi meski investor asing melepas saham perseroan dengan net sell Rp 2,49 miliar.

    Saat dimintai konfirmasi Bisnis, investor kawakan Lo Kheng Hong membenarkan telah masuk ke saham GJTL. “Benar saya membeli saham Gajah Tunggal,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat.

    Berdasarkan laporan di laman PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Lo Kheng Hong tercatat memegang 176,48 juta lembar saham GJTL. Jumlah itu setara dengan kepemilikan 5,06 persen.

    GJTL bukan pendatang baru di BEI. Emiten produsen ban itu telah melantai di BEI sejak 8 Mei 1990.

    Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.