Awal Perdagangan IHSG Tembus 6.200, Asing Borong Saham BRI dan Telkom

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020.  Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melesat tembus level 6.200 pada Jumat 8 Januari 2021 seiring dengan rilis data cadangan devisa.

    Saat preopening, IHSG naik 0,61 persen atau 37,31 poin menjadi 6.190,95. Dari seluruh Indeks LQ45, sejumlah 38 saham menguat, dan 7 stagnan. 

    Pada pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,87 persen atau 53,83 poin menjadi 6.207,46. Terpantau 208 saham menguat, 22 saham koreksi, dan 153 saham stagnan.

    Investor asing cenderung masuk dengan net buy Rp68,2 miliar. Saham BUMN PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menjadi buruan utama, dengan net buy masing-masing Rp12,6 miliar dan Rp7,4 miliar.

    Sementara itu, saham PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) menjadi top gainers dengan peningkatan 6,49 persen, disusul PT Indika Energy Tbk. (INDY) yang naik 5,14 persen.

    Presiden Direktur Indosurya Sekuritas, William Surya Wijaya memperkirakan IHSG bakal bergerak di rentang 5.944 - 6.202 pada perdagangan hari ini. Dia menyebut, pergerakan IHSG terlihat kembali menunjukkan penguatan jangka pendek.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.