PSBB Jawa Bali Bukan Lockdown, Airlangga: Jangan Panik

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI) Airlangga Hartarto didampingi (kiri-kanan) Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Hoesen,  Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dan Direktur Utama PT BEI Inarno Djajadi pada Penutupan Bursa Efek Indonesia 2020 di Jakarta, Rabu, 30 Desember 2020. Sempat menghijau, IHSG malah anjlok 1 persen. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI) Airlangga Hartarto didampingi (kiri-kanan) Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Hoesen, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dan Direktur Utama PT BEI Inarno Djajadi pada Penutupan Bursa Efek Indonesia 2020 di Jakarta, Rabu, 30 Desember 2020. Sempat menghijau, IHSG malah anjlok 1 persen. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kebijakan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Jawa Bali bukan lockdown. Airlangga meminta masyarakat tidak panik.

    “Ditegaskan, ini bukan pelarangan kegiatan masyarakat. Masyarakat jangan panik,” ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual, Kamis, 7 Januari 2021.

    Baca Juga: PSBB Jawa Bali, Kemenhub: Angkutan Penumpang Masih Mengacu pada Aturan Lama

    Airlangga menerangkan pembatasan dilakukan dengan mengatur potensi kerumunan di sejumlah titik, seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga tempat makan. Karena itu, pemerintah menetapkan kembali kapasitas maksimal, seperti di wilayah perkantoran sebesar 25 persen. Sementara itu, sisanya sebanyak 75 persen pekerja kantor harus bekerja dari rumah atau work from home.

    Sedangkan pusat perbelanjaan seperti mal tetap beroperasi, namun jam pembukaannya dibatasi maksimal hingga pukul 19.00 WIB. Sedangkan kapasitas pengunjung restoran ditetapkan maksimal 25 persen atau lebih kecil dari sebelumnya yang sebesar 50 persen.

    Selama kebijakan PSBB diberlakukan, pemerintah juga menghentikan kegiatan sosial dan budaya serta menutup fasilitas umum. Adapun untuk transportasi, Airlangga mengatakan angkutan umum tetap akan melayani penumpang, baik dalam kota maupun antar-kota, tapi dengan kapasitas dan jam operasi yang akan ditentukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.