PHRI Buka Peluang Kerja Sama Sediakan Tes Rapid Antigen Murah untuk Masyarakat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan melakukan tes cepat antigen di  Pos Pengamanan Operasi Lilin Musi 2020 exit tol Kayu Agung, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis 31 Desember 2020. Rapid Test antigen gratis yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tersebut sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran COVID-19 saat liburan mudik Natal dan Tahun Baru. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Petugas kesehatan melakukan tes cepat antigen di Pos Pengamanan Operasi Lilin Musi 2020 exit tol Kayu Agung, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis 31 Desember 2020. Rapid Test antigen gratis yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tersebut sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran COVID-19 saat liburan mudik Natal dan Tahun Baru. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI membuka peluang kerja sama dengan sejumlah pihak untuk menyediakan tes rapid antigen berharga murah. Ketua Umum PHRI Haryadi Sukamdani mengatakan tes antigen itu akan dimasukkan ke paket perjalanan atau pembelian voucer hotel.

    “Kita ingin berpartisipasi bagaimana caranya agar tes itu murah karena sekarang kan masih di atas Rp 200 ribu. Kami bisa upayakan di harga Rp 150 ribu tanpa ambil untung,” ujar Haryadi saat dihubungi Tempo pada Kamis, 7 Januari 2021.

    Penyediaan fasilitas murah tes cepat untuk Covid-19, kata Haryadi, dilakukan agar pencegahan wabah berjalan cepat. Sebab, semakin lekas tertangani, pemulihan ekonomi akan cepat tercapai.

    Haryadi menjelaskan, PHRI akan bekerja sama dengan maskapai penerbangan dan perusahaan yang memiliki lisensi untuk memproduksi alat tes rapid antigen. Dia mengupayakan agar penyediaan fasilitas ini bisa berjalan mulai awal tahun ini. “Kita targetkan Januari sudah bias dimulai,” kata Haryadi.

    Penyediaan tes rapid antigen berharga murah merupakan respons PHRI terhadap penambahan kasus Covid-19 di Indonesia yang terus menanjak. Haryadi menjelaskan, PHRI mendukung kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengetesan agar penyebaran virus corona bisa ditekan secara optimal.

    Di samping itu, Haryadi menyatakan pihaknya turut mendukung pemerintah yang baru-baru ini mengambil kebijakan membatasi kegiatan masyarakat di sekitar Pulau Jawa dan Bali. Haryadi mengatakan semua pihak harus ikut bertanggung jawab, meski imbasnya akan melemahkan perekonomian kembali di kuartal I 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.