Ingin Mulai Investasi Saham? OJK Jelaskan Potensi Untung dan Risikonya

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) berbincang dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kedua kanan), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen (kiri), dan Dirut Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi dalam pembukaan perdagangan IHSG tahun 2021 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Pada pembukaan ini, 210 saham melaju di zona hijau dan 103 saham di zona merah. Sedangkan 178 saham lainnya stagnan. TEMPO/Tony Hartawan

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) berbincang dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kedua kanan), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen (kiri), dan Dirut Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi dalam pembukaan perdagangan IHSG tahun 2021 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Pada pembukaan ini, 210 saham melaju di zona hijau dan 103 saham di zona merah. Sedangkan 178 saham lainnya stagnan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Investasi menjadi kebutuhan masyarakat dalam mengelola pendapatan. Saham adalah salah investasi yang mulai dilirik generasi muda. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, investor baru di pasar modal didominasi generasi milenial pada tahun lalu. 

    Seperti halnya bisnis, investasi tak cuma menjanjikan keuntungan tapi juga disertai risiko. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membagikan informasi soal investasi saham. 

    Berikut ini merupakan poin-poin tentang untung dan rugi investasi menurut OJK.

    Keuntungan investasi saham 

     1. Capital Gain atau keuntungan yang diperoleh investor ketika harga penjualan dikurangi harga pembelian saham.

    "Misal investor membeli saham ABC dengan harga per lembar saham Rp 1.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 1.500 per lembar," bunyi unggahan di akun Instagram OJK, Rabu, 6 Januari 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.