Kurangi 'Bakar Uang' , CEO Bukalapak Sebut Transaksi Melonjak 200 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Bukalapak Achmad Zaky (kiri) mundur dari jabatannya dan menyerahkannya kepada Rachmat Kaimuddin (kanan) (Dok. istimewa)

    CEO Bukalapak Achmad Zaky (kiri) mundur dari jabatannya dan menyerahkannya kepada Rachmat Kaimuddin (kanan) (Dok. istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan e-commerce, Bukalapak, mencatakan sejumlah capaian positif sepanjang tahun 2020. CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin menyebut capaian positif bisa tetap dilakukan di tengah upaya perusahaan mengurangi promosi 'bakar uang'yang lumrah dilakukan di bisnis sejenis.

    "Fokus kami, bagaimana cara bisa tumbuh, tapi sustainable," kata Rachmat dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 6 Januari 2021.

    Menurut Rachmat, investasi memang jadi cara paling mudah untuk mencetak pertumbuhan perusahaan. "Ibaratnya memberikan promosi yang banyak dan sebagainya. Ini kita coba balance di 2020 di Bukalapak," kata dia.

    Sehingga pada 2020, di tengah pandemi Covid-19, Bukalapak masih mencatatkan kenaikan transaksi. Secara Total Processing Value (TPV), terjadi kenaikan 200 persen dibandingkan 2018.

    Tapi, Rachmat tidak merinci berapa besar biaya 'bakar uang' yang dipotong oleh perusahan. Ia hanya menyebut strategi yang ditempuh ini tetap membuat perusahaan meraih keuntungan.

    Pada tahun 2020, EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) meningkat 80 persen dibandingkan 2018. "Kami syukur bisa mem-balance performa kami," kata dia.

    Baca: 11 Tahun Berdiri, Kapan Bukalapak Mau Melantai di Bursa?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.