Ingin BUMN Tak Jago Kandang, Erick Thohir Luncurkan Buku Akhlak untuk Negeri

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir menempati posisi kedua sebagai menteri dengan kekayaan terbanyak. Erick terakhir melaporkan kekayaan ke LHKPN KPK pada 15 Januari 2020, dengan total sekitar Rp 2.3 Triliun yang didominasi oleh surat berharga sejumlah Rp 1.6 Triliun. Ia juga memiliki utang sebesar Rp 60 miliar. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Menteri BUMN Erick Thohir menempati posisi kedua sebagai menteri dengan kekayaan terbanyak. Erick terakhir melaporkan kekayaan ke LHKPN KPK pada 15 Januari 2020, dengan total sekitar Rp 2.3 Triliun yang didominasi oleh surat berharga sejumlah Rp 1.6 Triliun. Ia juga memiliki utang sebesar Rp 60 miliar. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meluncurkan buku berjudul Akhlak untuk Negeri. Dia berharap buku itu dapat menjadi tonggak BUMN sukses pada pasar lokal dan internasional.

    "Akhlak menjadi dasar dari sebuah kesuksesan yang dicanangkan BUMN untuk membentuk reputasi, yang kita harapkan juga BUMN tidak hanya jadi jago kandang, tapi juga mendunia," kata Erick Thohir dalam peluncuran buku secara virtual, Rabu, 6 Januari 2020.

    Untuk mencapai kesuksesan itu, kata dia, dalam pengelolaan korporasi harus menjalani transformasi. Apalagi BUMN merupakan perpanjangan tangan negara atau sebagai agen pembangunan yang juga mengelola kekayaan negara.

    Dia menekankan amanah atau memegang teguh kepercayaan, diperlukan dalam mengelola BUMN. Kompeten tidak kalah pentingnya, di mana sumber daya manusia perlu cakap, mau terus belajar dan mengembangkan kapabilitas.

    Harmonis juga tentu menjadi kunci, karena keserasian dalam bekerja sama saling peduli dan menghargai perbedaan, adalah menjadi kunci agar sukses dalam menjalankan keseharian.

    Dia melihat banyak perusahaan BUMN milik negara-negara lain mampu bersaing di kancah internasional. Karena itu, dia, menyakini Indonesia mampu melakukan hal yang sama.

    "Tentu sebelum kesana, bagaimana kita menjaga reputasi BUMN menjadi hal penting karena berkaitan dengan pengelolaan kekayaan negara dan keadilan yang lebih baik bagi kita," ujar Erick.

    Baca: Soal Sengketa Pajak PGN Rp 3,06 Triliun, Ini Penjelasan Stafsus Erick Thohir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?