Vaksinasi Butuh Dana Rp 73 T, Sri Mulyani: Harus Disediakan, Ini Kan Prioritas

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 19 Februari 2020. DPR menyetujui Menteri Keuangan mengenakan cukai terhadap produk plastik yang meliputi kantong plastik hingga minuman berpemanis dalam kemasan plastik atau kemasan kecil (sachet). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 19 Februari 2020. DPR menyetujui Menteri Keuangan mengenakan cukai terhadap produk plastik yang meliputi kantong plastik hingga minuman berpemanis dalam kemasan plastik atau kemasan kecil (sachet). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengestimasikan kebutuhan vaksinasi Covid-19 membutuhkan dana hingga Rp 73 triliun. Ia mengatakan anggaran vaksinasi gratis untuk masyarakat akan didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

    "Pertanyaannya, apakah anggaran tersedia? Ya harus disediakan, dong. Ini kan prioritas. Kalau tidak punya? Ya pasti ada," ujar Sri Mulyani dalam konferensi video, Rabu, 6 Januari 2020.

    Sri Mulyani mengatakan kementeriannya diberikan keleluasaan untuk merealokasi dan me-refocussing APBN 2021, utamanya untuk vaksinasi. Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, ada tiga hal yang akan menjadi penekanan pada tahun ini, yaitu penanganan Covid-19, bantuan sosial, dan pemulihan ekonomi.

    Berdasarkan kesepakatan dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Sri Mulyani mengatakan pemerintah dapat melakukan perubahan atau realokasi dari anggaran, asalkan tidak menambah defisit. "Jadi tetap di 5,7 persen tapi komposisi akan diubah," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.