Angkasa Pura I: 2020, Trafik Penumpang Turun 61 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menparekraf Sandiaga Uno (kanan) didampingi Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) Lukman F. Laisa (kedua kanan) meninjau area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Ahad, 27 Desember 2020. ANTARA/Fikri Yusuf

    Menparekraf Sandiaga Uno (kanan) didampingi Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) Lukman F. Laisa (kedua kanan) meninjau area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Ahad, 27 Desember 2020. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, JakartaTrafik penumpang di 15 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) naik 11 persen. Pada November 2020, tercatat 2,80 juta pergerakan penumpang dan menjadi 3,11 juta pergerakan penumpang pada Desember 2020. 

    Pertumbuhan juga terjadi pada trafik pesawat yaitu 17,6 persen, dari 33.875 pergerakan pesawat pada November 2020 menjadi 39.857 pergerakan pesawat pada Desember 2020. Begitu juga dengan trafik kargo yang tumbuh 15,8 persen dari 38,34 juta kg pada November 2020 menjadi 44,42 juta kg pada Desember 2020.

    "Tren pertumbuhan trafik penumpang pesawat udara konsisten terjadi sejak tengah 2020. Bahkan pertumbuhan tetap terjadi pada Desember 2020 di mana terdapat kebijakan pengetatan syarat melakukan perjalanan udara," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I 9Persero) Faik Fahmi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa 5 Januari 2021.

    Trafik penumpang tertinggi pada Desember 2020 lalu terdapat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan trafik sebesar 715.944 penumpang, diikuti Bandara Juanda Surabaya dengan trafik sebesar 601.880 penumpang, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan trafik sebesar 434.557 penumpang.

    Sementara itu, trafik penerbangan pada 2020 di bandara-bandara AP I turun signifikan dibanding 2019. Hal ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19 di mana dilakukan upaya penekanan laju penyebaran virus melalui pembatasan aktivitas fisik masyarakat, termasuk aktivitas transportasi udara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.