Jumlah Pemudik Turun pada Libur Akhir Tahun, Menhub: Bukan Penurunan Prestasi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan melintas menuju arah Jakarta saat arus balik libur Natal dan Tahun Baru di Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 3 Januari 2021.  TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Kendaraan melintas menuju arah Jakarta saat arus balik libur Natal dan Tahun Baru di Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 3 Januari 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan terjadi penurunan jumlah pengguna transportasi pada masa libur akhir tahun , khususnya pada liburan Natal dan Tahun Baru 2021. 

    "Saya pikir penurunan itu bukan prestasi yang menurun dari kita," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa, 5 Januari 2021.

    Turunnya jumlah pemudik pada masa libur akhir tahun itu, menurut Budi Karya, karena pemerintah tidak melarang masyarakat pulang kampung atau berwisata, tapi juga menganjurkan tinggal di rumah pada masa pandemi Covid-19.

    Budi Karya menjelaskan, di sektor transportasi darat terjadi penurunan jumlah pengguna transportasi sebesar 58 persen, yaitu dari 13 juta menjadi 5,6 juta. Sektor penyeberangan turun 47 persen dari 3 juta menjadi 1,5 juta.

    Penurunan juga terjadi di sektor transportasi udara yang signifikan, yaitu 42 persen, dari 3,6 juta menjadi 2 juta. Dari sektor laut juga turun 62 persen, dari 1,3 juta jadi 500 ribu.

    Serta angkutan kereta api turun 83 persen paling banyak, dari 3,4 juta jadi 565 ribu. Penurunan jumlah pengguna moda transportasi itu juga terjadi perkotaan seperti di Jakarta dan sekitarnya, Jawa Tengah dan kota-kota lainnya.

    "Penurunan berkat kerja keras kita, kerja sama dengan kementerian lembaga lain termasuk Menkominfo, Menkes Gugus Tugas," ujar Budi Karya.

    Baca: Budi Karya Sebut Macet Parah di Kawasan Puncak Tiap Libur Panjang Sudah Kronis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.