Strategi Perajin Sebelum Akhirnya Naikkan Harga Tahu Tempe 30 Persen Hari Ini

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pabrik produksi tahu yang sepi akibat mogok kerja di Kawasan Mampang, Jakarta, Sabtu, 2 Januari 2021. Sekitar 5.000 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tergabung Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta menghentikan sementara proses produksi pada 1 hingga 3 Januari 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Suasana pabrik produksi tahu yang sepi akibat mogok kerja di Kawasan Mampang, Jakarta, Sabtu, 2 Januari 2021. Sekitar 5.000 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tergabung Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta menghentikan sementara proses produksi pada 1 hingga 3 Januari 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Bandung - Ketua Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Kopti) Kota Bandung Asep Nurdin memastikan mogok produksi berakhir. Mulai Senin, 4 Januari 2021, pengrajin tahu tempe akan mulai berjualan kembali.

    “Berakhir besok. Kita ingin harga naik. Ancer-ancernya 20-30 persen naiknya. Per potongan kecil paling naik Rp 50 rupiah. Yang biasa Rp 4 ribu jadi Rp 4.500 tiap potong 4 ons. Yang Rp 6 ribu jadi Rp 6.500,” kata dia, Minggu, 3 Januari 2021.

    Asep mengklaim, kenaikan harga jual hanya untuk menutupi kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku. Menurut dia, mereka tidak mengambil untung.

    Asep mengatakan, produsen tahu-tempe terpaksa mengambil langkah mogok produksi selama tiga hari sejak 1 Januari 2021, dan berakhir hari Minggu, 3 Januari 2021. Harga kedelai impor yang melambung dari Rp 7 ribu menjadi Rp 9 ribu menggerus keuntungan produsen.

    “Standarnya Rp 7 ribu, naik Rp 2 ribu. Jadi sudah agak susah untuk merekayasa lagi. Biasanya pengrajin cerdas, tapi kalau sudah Rp 9 ribu kemarin sudah enggak bisa,” kata Asep.  

    Produsen tahu tempe sudah berupaya menekan ongkos produksi mengimbangi kenaikan harga bahan baku. Di antaranya dengan memperkecil ukuran tahu-tempe, hingga mengurangi produksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.