Libur Natal dan Tahun Baru, Tingkat Hunian Hotel di Jawa Paling Tinggi 40 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hotel. booking.com

    Ilustrasi hotel. booking.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Djunaedi menilai tingginya volume kendaraan yang keluar dari DKI Jakarta pada masa liburan Natal dan Tahun Baru tidak berdampak signifikan terhadap kenaikan hunian kamar hotel di sejumlah destinasi wisata Pulau Jawa.

    Menurut Didien, tingkat okupansi hotel di destinasi wisata utama Pulau Jawa, seperti DIY Yogyakarta dan Solo, hanya mengalami kenaikan yang tidak signifikan dibandingkan dengan liburan panjang pada akhir akhir Oktober 2020.

    "Paling tinggi tingkat okupansi hotel di Pulau Jawa adalah 40 persen pada masa liburan Nataru. Kenaikan yang tidak signifikan terjadi di beberapa destinasi, di antaranya Yogyakarta dan Solo," ujar Didien kepada Bisnis.com, Minggu, 3 Januari 2021.

    Hal tersebut, jelas Didien, diperkirakan terjadi karena kendaraan yang ke luar dari Jakarta pada masa liburan Natal dan Tahun Baru sebagian besar membawa masyarakat yang tidak hanya sekedar pergi berlibur, tetapi juga mudik.

    Dengan demikian, hotel-hotel yang terdapat di destinasi wisata Pulau Jawa tidak mengalami kenaikan okupansi yang signifikan dari arus pergerakan masyarakat tersebut.

    Berdasarkan, data PT Jasa Marga (Persero) Tbk., sekitar 350 ribu kendaraan meninggalkan area DKI Jakarta pada periode 23-24 Desember 2020, atau naik 35,8 persen jika dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.