Jumlah Penumpang Libur Natal dan Tahun Baru yang Dilayani ASDP Turun 4,2 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemudik sepeda motor di Pelabuhan Merak, Banten. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ilustrasi pemudik sepeda motor di Pelabuhan Merak, Banten. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melayani sekitar 1,61 juta penumpang dan 453 ribu unit kendaraan selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru 2021 mulai Kamis, 18 Desember 2020 atau H-7 hingga Jumat, 1 Januari 2021 atau H+7 di 10 lintasan terpantau khusus.

    Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan jumlah penumpang dan kendaraan turun signifikan dibandingkan tahun lalu seiring pandemi Covid-19. "Di mana sebagian besar masyarakat mematuhi aturan pemerintah untuk tetap berada di rumah, serta mengurangi perjalanan ataupun liburan di hari raya," kata Shelvy dalam keterangan tertulis, Ahad, 3 Januari 2020.

    Data Posko Pusat dari H-7 hingga H+7 mencatat dari 10 lintasan terpantau khusus pergerakan penumpang mencapai sekitar 1,61 juta orang atau turun 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2,80 juta orang. Diikuti roda dua sebanyak 104 ribu unit atau turun 44 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 186 ribu unit.

    Sedangkan untuk roda empat penumpang tercatat sebanyak 212 ribu unit atau turun 29 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 301 ribu unit. Sehingga total kendaraan mencapai 453 ribu unit atau turun 30 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 644 ribu unit kendaraan.

    Walau turun hingga 29 persen, ASDP melihat tren penggunaan mobil pribadi masih menjadi andalan pengguna jasa di tengah pandemi Covid-19, khususnya di lintasan tersibuk Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

    "Rata-rata pergerakan masyarakat di wilayah Sumatera, Jawa, dan Bali yang semakin mudah dengan mengakses tol Trans Jawa dan Trans Sumatera membuat pergerakan via darat semakin cepat," tutur Shelvy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.