KPPU Buka Opsi Bahas Fluktuasi Harga Kedelai

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kedelai. ANTARA/Arif Firmansyah

    Ilustrasi kedelai. ANTARA/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Pengawas Persaingan Usaha membuka opsi membahas fluktuasi harga kedelai dalam rapat komisioner. Pembahasan merujuk pada gejolak harga dan kemungkinan adanya isu anti-persaingan usaha, seperti dugaan kartel.

    “Mungkin pada rapat besok Senin (4 Januari) akan dibicarakan,” ujar Komisioner KPPU, Afif Hasbullah, saat dihubungi Tempo pada Ahad, 3 Januari 2021.

    Dalam pembahasan di rapat, KPPU akan berfokus pada tata-niaga kedelai. Perembukan itu merujuk pada kemungkinan problem regulasi, adanya gejolak harga internasional, atau indikasi pelanggaran usaha.

    Meski demikian, Afif memastikan KPPU belum memutuskan bakal melakukan penelitian. Tindak lanjut terhadap isu harga kedelai akan diputuskan dalam rapat bersama.

    Harga kedelai impor belakangan naik signifikan menjadi Rp 9.000 per kilogram. Pelaku usaha yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) menduga lonjakan harga terjadi karena meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina.

    Sahabat Perajin Tempe Pekalongan (SPTP) Indonesia mengancam mogok produksi dari 30 sampai 1 Januari 2020 dan dilanjutkan dengan mogok penjualan mulai 1 Januari sampai 3 Januari 2021 sebagai respons atas naiknya harga. "Harganya (bahan baku) naik dan terkontrol," kata Ketua SPTP Pekalongan Mua'limin, 2 Januari lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.