Faisal Basri: Pak Sandiaga, Tolong Jangan Promosi Pariwisata Dulu

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Faisal Basri. TEMPO/Jati Mahatmaji

    Faisal Basri. TEMPO/Jati Mahatmaji

    TEMPO.CO, Jakarta – Ekonom senior dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menahan diri untuk mempromosikan sektor pariwisata saat kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Sebab, Faisal menilai pemerintah belum sepenuhnya mampu menangani pagebluk sehingga penambahan angka positif virus corona terus menanjak setiap hari.

    “Tolong Pak Sandiaga jangan promosi pariwisata dulu. Siapkan infrastruktur yang pokok sehingga pasca-Covid, sektor pariwisata lebih cepat pemulihannya,” ujar Faisal dalam webinar pada Ahad, 3 Januari 2021.

    Faisal mengatakan kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah tatkala beberapa negara telah mampu menangani wabah dan menekan penyebaran virus corona. Saat ini di Indonesia, kasus aktif tercatat mencapai lebih dari 100 ribu dengan penambahan pasien yang terinfeksi corona menyentuh 7.000 per hari.

    Indonesia, ujar Faisal, mesti berkaca dari negara lain, seperti Iran, yang mampu menekan penyebaran wabah dari 500 kasus per hari menjadi 100 kasus per hari. Salah satu caranya, kata dia, pemerintah mesti konsisten menerapkan kebijakan dan mempercepat pengetesan.

    “Pemerintah sekarang takut meningkatkan testing. Kemampuan testing hari libur cuma 20 ribuan. Padahal India satu juta per hari,” tutur Faisal. Padahal, paling tidak, Faisal mengatakan pengetesan corona di Indonesia membutuhkan 100 ribu kali per hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.