IHSG Diprediksi Sentuh Level 7.000 di 2021

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi bisa menyentuh level 7.000 pada 2021. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan level itu bisa tercapai di kuartal pertama 2021

    "IHSG kemungkinan akan menguat. Kemungkinan besar IHSG akan ke level 7.000. Kemungkinan terjadi di kuartal pertama," kata Ibrahim kepada Tempo, Sabtu, 2 Januari 2021.

    Baca Juga: Kaleidoskop 2020: Ekonomi dalam Angka, Mulai dari APBN hingga Cuan Bisnis

    Ibrahim mengatakan penguatan IHSG akan sejalan dengan melemahnya indeks dolar, serta menguatnya rupiah dan harga emas. "Kemungkinan besar indeks dolar akan di 87 di mana harga emas ada di level tertinggi 2.045 per troy ons dan rupiah di Rp 13.500."

    Sentimen yang mempengaruhi indikator-indikator tersebut, ujar Ibrahim, antara lain kebijakan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Presiden dari Partai Demokrat itu diprediksi pro pelonggaran kuantitatif dan stimulus.

    Di samping itu, Biden dikabarkan akan mengangkat bekas Gubernur The Federal Reserve, Janet Yellen, sebagai Menteri Keuangan AS. "Janet Yellen yang kita tahu adalah mantan gubernur bank sentral Amerika yang dowfish, lalu diangkat jadi menteri keuangan, kemungkinan besar ini akan membantu pelemahan indeks dolar di kuartal pertama."

    Meski ada peluang menguat, IHSG diperkirakan akan melandai dan turun kembali. Ibrahim memperkirakan IHSG bakal ditutup di kisaran 6.000 pada akhir 2021.

    Hal tersebut selaras dengan harga emas akan kembali melandai karena masyarakat dunia sudah divaksinasi. "Itu akan mempengaruhi harga. Emas akan ke 1.600 di kuartal ketiga, di mana indeks dolar akan menyentuh level tertinggi 94, rupiah kemungkinan akan melemah di Rp 15.000," ujar Ibrahim.

    Adapun Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan pergerakan IHSG tahun ini akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan vaksin. Ia mengatakan para pelaku pasar akan memperhatikan efektivitas dan kelancaran distribusi vaksin dalam menahan laju penularan Covid-19.

    "Kalau sukses akan bergerak naik, kalau tidak, maka akan terkoreksi turun ke bawah. Karena tidak ada hal lain yang dinantikan pasar selain itu. Kalau vaksin efektif, indeks bisa mencapai 7.000," ujar Hans.

    Kalau itu terjadi, Hans memperkirakan IHSG akan menyentuh level 7.000 di kuartal III dan IV 2021. Pasalnya, investor masih akan wait and see di kuartal awal.

    "Karena vaksin kita sendiri uji coba fase III-nya belum selesai. Jadi pasar akan menunggu itu. Kemudian bagaimana perizinan badan POM, sertifikat halal juga penting. Baru setelah itu distribusi vaksin dan efektivitas vaksin," ujar Hans.

    IHSG ditutup di level 5.979,073 pada penutupan perdagangan tahun 2020. Angka tersebut turun 0,95 persen dibanding sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.