Sandiaga Uno Cerita Pernah Tolak Tawaran Prabowo Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang baru dilantik, Sandiaga Uno meninggalkan lokasi usai melakukan serah terima jabatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020.  TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang baru dilantik, Sandiaga Uno meninggalkan lokasi usai melakukan serah terima jabatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan pernah menolak tawaran dari Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

    Sebelum menerima jabatan yang diembannya sekarang, Sandiaga mengatakan ingin berkiprah di luar pemerintahan. Sandiaga pun meminta Prabowo untuk menawarkan posisi itu kepada kader Gerindra lainnya.

    Baca Juga: Gandeng PMI, Sandiaga Uno Ingin Kembangkan Wisata Kemanusiaan

    "Iya dan sampai saat terakhir juga Pak Prabowo menawarkan Menteri Kelautan dan Perikanan, saya sampaikan Pak saya izin berada di luar pemerintahan membantu tetap konstruktif dan memberi kesempatan kader lain untuk dicalonkan Bapak pada posisi tersebut," ujar Sandiaga dalam wawancara di kanal Karni Ilyas Club, Jumat, 1 Januari 2020.

    Namun, dalam kocok ulang kabinet bulan lalu, bekas Calon Wakil Presiden dalam Pemilu 2019 itu akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan kabinet Presiden Joko Widodo. "Tentu sejarah bercerita lain, setelah terkena Covid-19, berkali-kali salat istiqarah, ya kejadiannya akhirnya pakai jaket biru dan sekarang bertugas."

    Sandiaga menilai bergabungnya Gerindra dalam pemerintahan adalah sesuatu yang baru dan inovasi dalam berpolitik. Mengingat, dalam kontestasi politik sebelumnya, partai berlogo burung garuda ini merupakan pendukung calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, yang nota bene adalah rival dari kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

    "Kalau kita lihat Gerindra bergabung dengan pemerintah itu merupakan realita yang baru. Itu terjadi lebih dari satu tahun yang lalu," kata Sandiaga. Kala itu, dia masih memutuskan berkontribusi di luar pemerintahan.

    Keputusan Sandiaga itu berubah kala pandemi melanda Indonesia. Ia mengatakan pagebluk adalah sesuatu yang mahadashyat dan merupakah game changer alias pengubah permainan. Sandiaga pun sempat tertular penyakit tersebut pada Desember lalu.

    "Setelah bertafakur berkontemplasi akhirnya kita harus membantu dengan bersatu padu. Kita jangan sampai ada kepentingan pribadi, golongan, apalagi politik yang menghalangi kita berkontribusi kepada bangsa dan negara," tutur Sandiaga.

    Sandiaga Uno dilantik bersama sejumlah menteri anyar lainnya pada 23 Desember 2020. Dia ditunjuk menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wishnutama Kusubandio.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.