Minim Penonton, Omzet Bioskop di Akhir Pekan Hanya Rp 2 Juta

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bioskop. (ANTARA/Pixabay)

    Ilustrasi Bioskop. (ANTARA/Pixabay)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha bioskop memperkirakan vaksinasi mulai tahun ini bisa kembali menggairahkan bisnis seiring kenaikan kepercayaan konsumen. Akan tetapi, tingginya kasus Covid-19 dan minimnya pasokan film baru membuat minat konsumen tetap rendah.

    Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengemukakan bahwa dari 407 gedung bioskop yang tersebar di Tanah Air, hanya 55 persen yang beroperasi. Meski belum diiringi dengan kenaikan omzet signifikan, angka tersebut lebih baik dibandingkan dengan kondisi dua bulan lalu.

    “Omzet harian yang diraup maksimal 10 persen sampai 15 persen dari nilai normal,” kata Djonny saat dihubungi, Jumat, 1 Januari 2021.

    Jika omzet penjualan yang diraup pada akhir pekan mencapai Rp 20 juta dalam sehari normal, pelaku usaha kini harus berpuas hati memperoleh Rp 2 juta. Dia mengatakan minimnya penonton lantaran pasokan film populer yang terbatas.

    "Kami lihat faktornya karena ketiadaan film yang menarik. Saat ini sudah ada judul-judul film produksi Hollywood yang masuk, akan tetapi belum mengerek penjualan tiket dengan maksimal,” lanjutnya.

    Kondisi ini diperburuk dengan besarnya beban operasional di tengah ketiadaan stimulus. Djonny mengatakan pelaku usaha bioskop sejauh ini belum menikmati keringanan beban listrik yang bisa menyedot sampai 60 persen beban usaha.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.