Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Lembah Anai, 13 Korban Luka-luka

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyaksikan sebuah minibus yang masuk ke sungai usai kecelakan beruntun di Kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu, 30 Desember 2020. ANTARA

    Warga menyaksikan sebuah minibus yang masuk ke sungai usai kecelakan beruntun di Kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu, 30 Desember 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Padang - Kepolisian Resor Padang Panjang melaporkan kecelakaan beruntun melibatkan sepuluh unit kendaraan di kawasan Air Terjun Lembah Anai, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu, 30 Desember 2020.

    Personel Satlantas Polres Padang Panjang Bripta Wili menyebutkan tabrakan itu disebabkan truk yang mengalami rem blong dan menabrak beberapa mini bus dan mobil di depannya. Korban yang berada di dalam mini bus, mobil dan truk sudah dievakuasi oleh personel Polres Padang Panjang, BPBD dan juga Dinas Kesehatan.

    "Saat ini kami juga tengah mengevakuasi kendaraan tersebut agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas," kata Will, Rabu, 30 Desember 2020.

    Staf Humas Padang Panjang Fauzan menyebutkan, dalam kecelakaan tersebut, truk yang mengalami rem blong menabrak sepuluh unit kendaraan, termasuk minibus dan satu sepeda motor. "Ada satu minibus yang sedang membawa penumpang juga ikut tertabrak dan terjun ke sungai, namun korbannya sudah dievakuasi," katanya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Satake Bayu menyatakan sebanyak 13 orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan beruntun tersebut. "Sejauh ini belum ada korban jiwa dari kejadian tersebut," katanya.

    Satake menjelaskan, kecelakaan berawal dari kendaraan Tronton Hino BK 9991 XA datang dari arah Padang Panjang menuju Kota Padang dan mengalami rem blong. Mobil ini melaju dan menabrak minibus BK 1875 YR serta mengenai kendaraan lainnya, yakni minibus BA 1484 IH, mobil minibus BM 1770 JZ.

    Kemudian minibus BA 7079 SU, mobil minibus BM 1210 PG, minibus BM 1169 YM. Setelah itu minibus BA 1670 ME dan mobil minibus BE 1607 KM. "Kerugian yang tercatat sebesar Rp 500 juta. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, evakuasi dan mengambil keterangan saksi," kata Satake.

    Hingga Rabu sore, masih ada satu unit mobil yang berada di sungai dan belum dievakuasi. "Korban sudah dilarikan ke RS Yarsi Kota Padang Panjang," kata Satake.

    ANTARA

    Baca: Kecelakaan Bus Terus Berulang, Kemenhub Kumpulkan 350 Operator


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.